Categories
News

Horor Sekali, 10 Dogma Mengenai Permainan Ouija yang Penuh Intimidasi!

Venturacomedyfestival – Ouija ialah papan bicara atau sebuah papan pemanggil roh yang diikuti karena ada huruf abjad, angka 0-9, kalimat seperti ‘ya’, ‘tidak’, ‘halo’, dan ‘selamat tinggal’, ada pula beragam lambang dan diagram.

Ouija memakai potongan kayu atau plastik kecil berupa hati sebagai tanda atau media pendorong untuk melafalkan pesan slot online dari roh sepanjang permainan panggilan roh berjalan.

Kerap dimainkan di luar negeri, bahkan juga diangkat ceritanya berbentuk film, permainan Ouija sangat populer. Nach, berikut ada 10 dogma mengenai permainan Ouija!

1. Bila lilin yang berpijar mendadak bergoyang, itu pertanda roh yang kalian panggil sudah tiba

2. Sepanjang permainan, pemain yang mendapatkan gantian akan membaca mantra tertentu sekalian menempatkan jemari telunjuknya pada potongan kayu yang disiapkan

3. Pemain yang mendapatkan gantian harus juga ajukan sebuah pertanyaan sekalian menempatkan telunjuknya di atas potongan kayu

4. Potongan kayu akan bergerak sendiri dengan kontribusi roh gentayangan yang tiba

7 Keyboard Bluetooth Terbaik Tahun 2021, Lebih Nyaman

5 Hero Mobile Legend Terbaik untuk Counter Karina Build Tank, Baik!

5. Potongan kayu akan beralih tempat, menunjuk beberapa huruf sampai membuat sebuah kalimat sama sesuai jawaban sang roh atas pertanyaan yang disodorkan

Ouija boards: Science explains the spooky sensation - ://www.venturacomedyfestival

6. Sesudah memberi jawaban, roh akan minta imbalan

7. Bila imbalan tidak disanggupi, roh yang tiba akan geram dan menghantui beberapa pemain

8. Sesudah memberi imbalan seperti yang disuruh si roh, yakinkan permainan sudah usai dengan geser ke kata penutupnya yaitu ‘selamat tinggal’. Awalnya, pemain harus juga membuat pengakuan ke roh jika permainan sudah selesai

9. Bila tidak sempat ucapkan ‘selamat tinggal’ di dalam permainan, karena itu roh yang tiba tidak bisa kembali lagi ke aslinya, dan malah akan mengancam semua pemain

10. Disebut jika beberapa orang yang nahas bahkan wafat karena roh yang diundang tidak dapat kembali ke arah tempat aslinya. Horor, ya?

Where Did the Ouija Board Come From? - venturacomedyfestival

Baca Juga : [REVIEW] Returnal – Aksi Hebat di Dunia Fiksi Ilmiah

Categories
Review Game

[REVIEW] Returnal – Aksi Hebat di Dunia Fiksi Ilmiah

Venturacomedyfestival – Housemarque ialah pengembang games yang sejak dahulu telah lumayan dekat dengan Sony. Salah satunya games garapan mereka ialah Returnal yang di-launching terbatas untuk PS5. Bila pernah mengetahui banyak games bikinan Housemarque, seperti Resogun dan Matterfall, kamu akan memahami jika beberapa karya mereka memang rekat dengan tindakan besar di tengah-tengah dunia fiksi ilmiah.

Returnal sendiri di-launching pada 30 April 2021 lalu dan cuman diutamakan untuk PS5. Tentu saja, bernama besar PlayStation dan eksklusivitasnya di konsol terkini itu, semestinya jadi agunan kualitas dari games instruksi Harry Krueger ini. Rasanya, harapan penulis pada games ini memanglah tidak terlalu berlebih.

Masalahnya Housemarque yang seringkali membuat beberapa games bertopik perang sci-fi mengolah Returnal dengan dukungan dana besar. Dapat dipikirkan, kan, bagaimana bagusnya kreasi mereka yang ini? Nach, bila ingin tahu dengan ulasan-nya, yok, baca pembahasan di bawah ini.

1. Plot narasi bagus dengan berat berat

[REVIEW] Returnal - Aksi Hebat di Dunia Fiksi Ilmiah

Tidak seluruhnya orang dapat pahami akan plot narasi yang didatangkan dalam Returnal. Games yang kental dengan dunia fiksi ilmiah ini dibikin dalam dan berbobot yang tidak bermain-main. Bahkan juga, pada awal peluncurannya, ada beberapa orang yang mengatakan jika Returnal akan menjadi satu diantara games terbatas PS5 terbaik karena alur ceritanya.

Sebagai astronaut, kamu akan jalani kehidupan berat dalam suatu planet namanya Atropos. Tidak cuma planet biasa, Atropos ialah dunia yang dipenuhi oleh aura misteri. Oh, ya, dalam games ini, pemain akan berperanan sebagai Selene, seorang astronaut yang terpasah di planet aneh karena kerusakan pesawat luar angkasa kepunyaannya.

Dunia Atropos sendiri sarat dengan makhluk-makhluk aneh dan dengan semua riwayat dan mitos-mitosnya. Developer ternyata benar-benar detil dalam masukkan beberapa komponen simpatisan, seperti patung raksasa, warisan purba, kuil, dan tehnologi aneh yang paling berlainan dengan peradaban manusia secara umum.

Beberapa kejutan silih ganti banyak yang datang. Watak Selene yang kamu permainkan ternyata terjerat dalam sebuah lingkaran dan paradoks waktu. Lengkaplah beban yang dijamin oleh Selene karena dia juga menyaksikan ada beberapa mayat yang rupanya itu ialah dirinya. Mekanisme kecelakaan waktu ini ternyata dapat dibikin cukup bagus oleh Housemarque.

Lingkungan yang dark, tapi warna akan kamu jumpai di sejauh permainan. Beberapa puluh atau beberapa ratus peluru bisa menjadi panorama mengagumkan yang sering ada pada setiap keadaan battle. Satu kembali, semua poin atau alat yang diketemukan oleh Selene mempunyai karakter dualisme. Bahkan juga, beberapa dari beberapa alat itu bisa jadi alami malfungsi alias tidak dapat dipakai setiap saat.

Kesan penjelajahan akan kamu peroleh secara intensif dan menakutkan saat kamu memainkan di dalam ruang yang cukup gelap. Bersamaan dengan berjalannya waktu, ada beberapa rahasia, keterangan, dan paradoks yang dapat kamu peroleh. Tentu saja, semua terbungkus dalam plot twist bagus yang jauh dari kata garing.

2. Perlu penyesuaian dalam memainkan

Walau dekat dengan mekanisme stik PlayStation, kita harus menyesuaikan cukup intensif pada saat mainkan Returnal. Melihat mekanisme gameplay-nya, secara fundamental, Returnal fokus pada jenis tindakan penjelajahan dengan masifnya baku tembak. Penulis sendiri rasakan jika Returnal lebih dari sekedar third-person shooter.

Ya, gameplay yang demikian kompleks akan bawa kita pada suatu pengalaman tindakan yang fresh dan menyenangkan. Mengapa menyenangkan? Itu karena watak yang kita permainkan akan hadapi banyak sekali lawan yang pintar dan beragam macam. Tidak boleh pikirkan mereka selemah alien biasa. Malah mereka akan menembakmu memakai senjata modern dengan masifnya lemparan peluru.

Kamu tidak harus hadapi segerombolan lawan dengan cemas dan tergesa-gesa. Games ini mempunyai mekanisme Dash. Kamu dapat mengontrol watak dengan kecepatan tinggi sepanjang 1 atau 2 detik. Mekanisme ini dapat mempermudahmu dalam menghindar segerombolan lawan yang kemungkinan sedang malas kamu temui. Tetapi, teruslah waspada karena ada banyak lawan dan gempuran yang tidak mempan dengan mekanisme Dash.

Yang penting jadi perhatian ialah stabilitas kita dalam memainkan. Bukan tanpa ada alasan, Returnal akan mengetes batasan kekuatan dan kesabaran gamer dalam soal kematian. Kematian figur khusus akan membawamu kembali lagi ke dasar dan lakukan semua sesuatunya dari sejak awalnya. Tetapi, ini bukan kasus negatif yang selalu mengundang frustrasi.

Walau berkesan beringas dan tanpa ampun, games ini masih memberi beberapa jalan keluar agar setiap kematian tidak percuma demikian saja. Senjata, poin, artefak, dan semua upgrade-nya tetap berada di tangan Selene secara tetap. So, tidak perlu berteriak frustrasi pada saat kamu dihajar habis oleh alien yang menyebalkan.

3. Tampil memikat dengan grafis kelas tinggi

[REVIEW] Returnal - Aksi Hebat di Dunia Fiksi Ilmiah - venturacomedyfestival

Karena terhitung games terbatas PS5, Sony memang berkesan tidak bermain-main dalam masukkan Returnal ke kumpulan game punya mereka. Bisa dibuktikan kreasi besar ini menjadi satu diantara kreasi terbaik di PS5 bila disaksikan dari segi plot narasi, gameplay, grafis, bahkan juga audionya. Housemarque dipandang sukses memadukan kekuatan Unreal Engine 4 dengan mesin PS5 yang berspesifikasi tinggi.

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life – Akhir Cerita dari si Naga

7 Keyboard Bluetooth Terbaik Tahun 2021, Lebih Nyaman

Monster dan semua pernak-perniknya dapat dibuat dengan benar-benar unik dan tidak monoton. Kamu akan menyaksikan bagaimana detilnya musuh-musuhmu dalam berhubungan dengan watak khusus. Bahkan juga, memainkan di monitor memiliki resolusi 4K dengan keadaan sinar yang redup akan membawamu ke Planet Atropos yang gelap, dingin, kejam, dan tidak berteman untuk siapa saja yang berada di sana.

Hampir tidak ada sela untuk mencemooh kualitas grafis pada Returnal, terkecuali beberapa glitch kecil yang sebenarnya tidaklah sampai mengusik. Situasi menakutkan dan sarat dengan aura dogma juga dapat diperlihatkan dengan bagus. Apabila sudah ini, sesusah apa saja perjuangan Selene di Planet Atropos, kita akan kerasan memainkan sampai beberapa jam.

4. Menunjukkan jika 3D Audio punya PS5 memang menakjubkan

Tidak ingin senang dengan kedalaman narasi, grafis memikat, dan gameplay yang inovatif, si pengembang tidak lupakan mekanisme audio yang sama menakjubkan. Entahlah kamu memainkan dengan earphone atau mungkin tidak, kelas audio yang dikeluarkan dalam games ini kedengar elite dan berlainan.

Ini sekalian menunjukkan jika Housemarque dapat menerapkan tehnologi 3D Audio PS5 yang sejak dahulu telah digembar-gemborkan oleh Sony. Suara kedengar detil, jernih, rata, dan membuat pemain seakan sedang ada di tempat yang serupa dengan Selene. Misalkan, kita akan dengar raungan lawan atau monster dari terlalu jauh bergantung di mana status kita.

Nach, untuk memperkuat status Returnal ke games fiksi ilmiah, pengembang masukkan musik bersuara sci-fi. Ini dipandang sebagai cara pintar karena Returnal bisa dibuktikan tidak mengikuti pada banyak games fiksi ilmiah yang lain. Dengan semua kelebihan audionya, kreasi yang ini dapat berdiri tegak bila harus dipertemukan dengan beberapa games besar bertopik sama, jenis Gears 5, DOOM Eternal, dan Halo.

5. Dengan semua kelebihan yang paling memimpin, games ini dipandang hampir prima

Harus penulis mengakui jika Returnal sanggup tampil bagus dan menguasai dari semua segi. Alur cerita yang dalam dan berkualitas ditambah lagi gameplay, grafis, dan audio memikat membuat games ini menjadi satu diantara kreasi terbaik yang dipunyai oleh PlayStation 5. Justru, kamu dapat jadikan Returnal sebagai sisi dari koleksi blu-ray disc punyamu.

Bila menyenangi banyak games bertopik fiksi ilmiah seram, terang games yang ini sanggup memberikan kepuasan dahaga bermainmu. Namun, games ini terhitung beringas dan benar-benar susah untuk kelas pemula hingga beberapa gamer akan berserah pada awal mula permainan . Maka, bagaimana score pada akhirnya? Penulis memberi score di angka 4,5/5 untuk Returnal.

Baca Juga : 5 Hero Mobile Legend Terbaik untuk Counter Karina Build Tank, Baik!

Categories
Game

5 Hero Mobile Legend Terbaik untuk Counter Karina Build Tank, Baik!

Venturacomedyfestival – Karina adalah hero Assassin yang sedang populer di Mobile Legends, hero ini seringkali di-pick di model ranked sesudah salah satunya permainan slot online terpercaya Aura Fire memakainya di MPL season 8. Karina sendiri mempunyai damage type magis, hero ini telah mematikan saat di early games.

Yang membuat Karina benar-benar overpowered ialah kemampuan pasifnya, kemampuan ini memberi damage berdasar prosentase HP sasaran yang lenyap. Karena hal itu, Karina pas digunakan build Tank. Dengan demikian, hero ini mempunyai durabilitas yang tinggi namun tetap mematikan.

Untuk kamu yang kesulitan saat bertemu dengan hero Karina build Tank, berikut ada lima hero terbaik yang dapat menaklukkannya. Yok, check apa.

1. Khaleed

Hero pertama kali yang pas buat musuh Karina build Tank ialah Khaleed, hero ini mempunyai kekuatan yang dapat gagalkan semua gempuran Karina.

Khaleed dapat menaklukkan Karina karena kemampuan satunya yakni Desert Tornado, kemampuan ini susah untuk dijauhi dan bisa menggagalkan kemampuan immune-nya Karina. Saat dipakai, Khaleed akan memutarkan pedangnya sekitar 3x, memberi damage sejumlah 200(+125% keseluruhan physical attack) dan tingkatkan damage-nya sejumlah 10 % pada tiap putarannya.

Khaleed mempunyai kekuatan yang dapat meredam gempuran brust damage-nya Karina, kamu dapat memakai kemampuan duanya Khaleed pas saat Karina serang.

2. Lunox

5 Hero Mobile Legend Terbaik untuk Counter Karina Build Tank, Baik! - venturacomedyfestival

Setelah itu hero Lunox, Mage satu ini efisien sekali untuk menaklukkan hero Karina build Tank. Lunox sanggup menaklukkan Karina karena hero ini mempunyai gempuran brust damage yang begitu membahayakan.

Kamu dapat membunuh Karina dengan memakai combo kemampuan ultimate dan kemampuan dua. Lunox mempunyai kemampuan immune pada semua damage, semua gempuran Karina dapat tidak berhasil jika Lunox memakai kemampuan ultimate dengan tepat.

3. Balmond

balmond - venturacomedyfestival

Seterusnya ada hero Balmond, hero Fighter satu ini bisa juga dipakai untuk menaklukkan Karina build Tank. Balmond mempunyai kemampuan yang hampir serupa seperti Khaleed, kemampuan duanya sanggup memberi damage yang besar dan bisa menggagalkan kemampuan immune-nya Karina. Untuk menaklukkan Karina, Balmond perlu memakai kemampuan duanya pas ke badan Karina, mendekati terus sampai ia terbunuh.

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life – Akhir Cerita dari si Naga

Balmond seharusnya memakai build semi Tank saat bertemu dengan Karina build Tank, pakai Radian Armor atau poin magis defense yang lain saat bertemu dengannya.

4. Alpha

Semua tentang Hero Alpha di Mobile Legends - venturacomedyfestival

Hero ke-4 ialah Alpha, hero Fighter satu ini efisien sekali untuk membunuh Karina build Tank. Alpha mempunyai kemampuan yang sanggup memberi damage berdasar tempat, kekuatan ini membuat bisa menggagalkan kemampuan immune-nya Karina.

Disamping itu, Alpha sanggup memberi true damage, karena kemampuan pasifnya (Beta, Advance) hero ini dapat secara mudah membunuh Karina yang mempunyai durabilitas tinggi.

Baik di early games atau late games, Alpha tidak perlu takut bertarung 1v1 dengan Karina. Pakai combo kemampuan dua, kemampuan satu dan basic attack, ditanggung Karina akan terbunuh.

5. X-Borg

Terbukti OP, X-Borg Mobile Legends Jadi Hero Paling Sering Kena Ban - venturacomedyfestival

Hero ke-5 ialah X-Borg, ia ialah hero terbaik di daftar ini yang dapat kamu pakai untuk menaklukkan Karina build Tank. Sama sama seperti Alpha, X-Borg sanggup memberi damage berdasar tempat dan sanggup memberi gempuran true damage.

Tetapi perbedaannya, X-Borg mempunyai durabilitas yang semakin tinggi. Hero ini tidak terbunuh dalam sekali gempuran, Karina akan kerepotan saat bertemu dengannya.

Memakai hero X-Borg juga gampang, kamu perlu arahkan kemampuan satu pas ke lokasi Karina. Kerjakan dengan terus-terusan sampai Karina terbunuh, tentu sukses!

Karina dapat begitu membahayakan jika tidak ditantang secara benar, kamu harus pick salah satunya hero di atas saat melawannya.

Baca Juga : 7 Keyboard Bluetooth Terbaik Tahun 2021, Lebih Nyaman

Categories
Teknologi

7 Keyboard Bluetooth Terbaik Tahun 2021, Lebih Nyaman

Venturacomedyfestival – Saat kamu menggunakan laptop, sudah pernahkah tangan dan atau lehermu berasa lelah? Biasanya ini karena status laptop yang tidak pas hingga membuat status tubuhmu saat beraktivitas tidak baik. Keadaan ini sulit ingat laptop sendiri direncanakan untuk ringkas, tidak untuk nyaman digunakan dalam waktu yang lama.

Karena itu, kamu memerlukan beberapa aksesories untuk memberikan dukungan penggunaan laptop sepanjang beberapa jam. Salah satunya aksesories itu ialah keyboard bluetooth.

Tidak cuman memberikanmu status menulis yang semakin nyaman, keyboard bluetooth dapat menjadi alternatif sementara untuk laptop yang alami permasalahan pada keyboard aslinya. Berikut beberapa referensi keyboard bluetooth terbaik.

1. Apple Magis Keyboard

Kualitas produk dari Apple tak perlu ditanyakan kembali. Magis Keyboard sebenarnya ditujukan untuk pemakai Mac, tetapi kamu dapat memakainya juga untuk PC Windows. Namun, lebih dulu kamu perlu mengendalikannya supaya bisa berperan optimal.

2. Logitech K400 Plus

7 Keyboard Bluetooth Terbaik Tahun 2021, Lebih Nyaman - venturacomedyfestival

Apa kamu memerlukan mekanisme trekpad pada keyboard bluetooth-mu? Jika iya, Logitech K400 Plus bisa saja pemikiran besar buat kamu yang cari keyboard bluetooth. Selainnya kehadiran trekpad, beberapa tombol pada keyboard ini nyaman didesak, membuat kamu bisa lebih cepat menulis.

3. Logitech K480

Logitech K480- venturacomedyfestival

K480 dikenali sebagai keyboard bluetooth untuk piranti kecil, seperti hape atau tablet. Itu karena ada slots sandaran supaya kamu dapat menempatkan hape atau tabletmu di sana dan menyaksikan apa yang kamu tuliskan sebagai alternatif monitor. Tiga piranti langsung bisa terhubung pada keyboard bluetooth ini.

[REVIEW] King’s Bounty II – Game RPG Dengan Style Kuno

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

4. M Tech STK- 04

 m-tech stk-04- venturacomedyfestival

Beli M Tech STK-04 akan membuat kamu langsung memperoleh mouse ingat mouse itu masuk ke set aksesories itu. Lebih membahagiakan kembali ingat mouse itu ialah mouse bluetooth dan cuman memerlukan satu receiver untuk dapat menggunakan ke-2 aksesories itu sekalian.

5. Logitech K380

Logitech K380 Multi-Device Bluetooth Keyboard

Bisa saja Logitech K380 ialah produk terlaku untuk keyboard bluetooth ingat harga benar-benar dapat dijangkau, tetapi featurenya komplet. Dimulai dari tombol shortcut penataan suara sampai tombol fn, semua ada pada papan tulis itu. Bentuknya juga minimalis, hingga pas untuk mereka yang tidak sukai aksesories menonjol.

6. LG KBB-700

LG Rolly Keyboard KBB-700 - Black | BRIShopOnline.com Powered by  Dinomarket.com

Secara harga, produk aksesories electronic ini termasuk mahal karena harga tembus Rp1 juta. Namun harga itu sesuai dengan feature yang diberi.

Tidak seperti keyboard bluetooth secara umum, KBB-700 sanggup dilipat hingga benar-benar singkat untuk dibawa kemanapun. Itu maknanya kewalahanmu untuk masukkan keyboard ke tasmu pasti akan menyusut.

7. ROBOT KB10

Wireless Keyboard Robot KB10 Multi Device Bluetooth & 2.4G Wireless 3  Connection Mode | Lazada Indonesia

Alternative dari Logitech K480. ROBOT KB10 mempunyai seperti cengkungan atau dudukan yang dipakai untuk menyimpan hape atau tabletmu. Piranti yang kamu tempatkan pada dudukan itu automatis bisa menjadi monitor ketikanmu.

Keyboard bluetooth punyai banyak variasi. Benar-benar dianjurkan untuk cobanya di beberapa toko off-line supaya kamu dapat mengetahui keyboard itu pas untukmu atau mungkin tidak. Bila ingin beli lewat online, sebaiknya lakukan penelitian selanjutnya.

Baca Juga : [REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life – Akhir Cerita dari si Naga

Categories
Review Game

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life – Akhir Cerita dari si Naga

Venturacomedyfestival – Yakuza 6: The Song of Life telah di-launching oleh SEGA untuk konsol PS4 pada 2016 kemarin. Tetapi, gamer PC baru dapat nikmati cerita terakhir dari Kazuma Kiryu ini pada 25 Maret 2021. Ketidaksamaan waktu launching yang cukup berarti membuat versus PC-nya memang kelihatan lebih bagus dalam soal grafis. Games ini masih diperkembangkan oleh Ryu Gak Gotoku dan SEGA dengan dukungan engine grafis yang lebih oke.

Nach, bila ikuti seri Yakuza dari sejak awalnya sampai seri keenamnya ini, kemungkinan kamu akan rasakan kedatangan Kazuma Kiryu – juga dipanggil Si Naga – sebagai figur yang ganas, lawan maut, namun tetap kental dengan segi manusiawi. Pada seri ini kali, cerita berkenaan Kazuma dibikin lebih humanis dan developer ingin menunjukkan makna khusus dari nilai-nilai keluarga.

Jadi cerita penutup dari perjalanan si Naga oleh SEGA, sanggupkah Yakuza 6: The Song of Life lakukan pekerjaannya secara baik? Yok, kita baca ulasan singkat di bawah ini.

1. Alur cerita yang lebih humanis

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life - Akhir Cerita dari si Naga

Narasi yang diusung oleh developer dalam seri Yakuza ini kali akan terlihat lebih humanis dan tampilkan nilai-nilai keluarga secara intensif. Bila ikuti seri Yakuza pertama, kamu pasti akan mengetahui jika figur khusus, Kazuma Kiryu, sudah adopsi seorang anak wanita yang kehilangan ibunya, yaitu Haruka Sawamura. Nach, ini kali, peranan Haruka dapat disebutkan cukup sentra untuk cerita Yakuza 6 keseluruhannya.

Pada umumnya, Yakuza 6: The Song of Life memang mempunyai plot khusus yang menceritakan kuatnya jalinan di antara Kazuma Kiryu dengan anak tirinya itu. Sesudah Haruka dewasa, dia tengah memburu mimpinya menjadi aktris Jepang. Sayang, Bukannya diterima oleh khalayak, dia malah ditampik karena mempunyai ayah seorang Yakuza. Disini Kazuma mengalah dan menjadi figur ayah yang bagus untuk Haruka.

Oh, ya, menjadi ayah yang bagus, tentu saja Kazuma betul-betul harus jadi orang yang bagus juga. Dia menyerah diri ke polisi dan pada akhirnya dipenjara sepanjang sekian tahun. Keluar penjara, Kazuma malah harus dengar berita jika Haruka lenyap. Tidak cukup sampai di sana, si Naga mendapatkan berita jika anaknya alami kecelakaan yang membuat tidak sadar diri.

Di tengah-tengah kegalauannya, Kazuma malah mendapati bukti jika dia menjadi kakek. Yap, sejauh ini, di saat Kazuma ada di penjara, Haruka rupanya telah mempunyai anak lelaki namanya Haruto. Siapa ayah dari Haruto? Well, seharusnya kamu mainkan games ini langsung. Ada beberapa rahasia dan serangkaian plot narasi yang disuguhi oleh SEGA secara luar dan dalam biasa.

Untuk penulis, plot dan alur cerita pada Yakuza 6: The Song of Life benar-benar sangat berkesan manusiawi. Ketika umurnya yang tak lagi muda, si Naga teruslah ganas. Tetapi, di sisi lain, dia diperlihatkan sebagai manusia biasa yang inginkan kenyamanan memiliki keluarga seperti beberapa orang yang lain. Kehebatannya sebagai seorang ayah diperlihatkan di saat dia cari dan menyelidik siapa ayah kandungan dari Haruto.

2. Gameplay yang cukup sama dengan seri awalnya

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life - Akhir Cerita dari si Naga - venturacomedyfestival

Mekanisme permainan pada seri Yakuza ini kali berasa cukup sama dengan seri awalnya, yaitu Yakuza 5. Tetapi, tidak berarti gameplay-nya persis sama. Ada bagian-bagian yang memperoleh kenaikan dan modifikasi dari faksi pengembang dan ini cukup positif di mata penulis. Dalam masalah ini, gerakan dan mekanisme pertempuran yang digerakkan oleh Kazuma jadi kelihatan lebih realitas dan bermacam.

Kamu tetap mainkan games ini dalam sistem 1/2 open world. Mengapa dipandang 1/2 open world? Itu karena Yakuza 6: The Song of Life jalan pada latar yang tidak demikian luas . Maka, tidak boleh pikirkan jika games ini mempunyai map atau tata kota selebar Grand Theft Auto (GTA). Walau begitu, tidak boleh takut terlalu cepat berasa jemu karena SEGA sudah tawarkan wujud kepuasan yang lain.

Hal yang paling menonjol dalam mekanisme pertempuran Yakuza 6 ialah kehadiran Extreme Heat Model, sebuah model atau style bertanding dengan damage atau kerusakan yang masif. Bila Kazuma telah masuk ke model ini, dia akan jadi lebih kuat, terampil, dan sanggup membabat beberapa lawannya dengan beragam jenis gabungan gempuran mematikan.

Satu kembali, tidak boleh lupakan visi sambilan yang paling bermacam dan akan kuras waktu. Ya, salah satunya langkah developer untuk membikin gamer tidak cepat berasa jemu ialah masukkan banyak minigame. Dalam beberapa minigame yang dijajakan, ada banyak model dewasa yang tentu saja semakin memperkuat status seri Yakuza sebagai games dengan peringkat dewasa.

3. Style visual kekinian yang didukung oleh Dragon Engine

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life - venturacomedyfestival

Dragon Engine sebagai salah satunya mekanisme grafis terpadu yang kerap dipercayai oleh developer games besar untuk mengangkat penampilan visual. Nach, beberapa seri Yakuza yang memakai engine ini ialah Yakuza Kiwami 2, Yakuza: Like a Dragon, dan sudah pasti Yakuza 6: The Song of Life. Selainnya jejeran seri Yakuza, Dragon Engine sempat juga dipercayai untuk mengangkat visual pada Virtua Fighter 5.

5 Kartu Defend Gempuran Musuh Terbaik Dalam Permainan Yu-Gi-Oh!

[REVIEW] King’s Bounty II – Game RPG Dengan Style Kuno

Apa kenaikan perform pada Yakuza 6 demikian berasa? Untuk penulis individu, kenaikan yang dirasa malah di saat Kazuma bertanding menantang musuh-musuhnya. Beberapa gerakan yang dimainkan akan berasa lebih mulus dan realitas. Goresan muka dari semua watak diperlihatkan makin hidup daripada seri awalnya walau Yakuza 5 sebenarnya mempunyai grafis yang lumayan bagus.

Walau tidak luas, penampilan open world dalam Yakuza 6 dapat berasa lebih ramai, hidup, dan warna. Kita akan mendapati banyak NPC yang sama-sama berhubungan secara kompleks keduanya. Sisi terbaiknya apa lagi jika bukan design dan style visual kota yang lebih terlihat riil. Memainkan sepanjang beberapa jam, penulis seakan-akan sedang ada di pusat keramaian kota di Jepang.

4. Audio tidak kalah memberikan kepuasan

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life - Akhir Cerita dari si Naga

Untuk mengolah beberapa seri dari games Yakuza, SEGA sudah menggamit Hidenori Shoji sebagai komposer dan pengarah audio. Hasilnya? Cukup memberikan kepuasan. Dimulai dari mekanisme musikal yang berkualitas, pengisi suara bagus, sampai keramaian kota yang didengar padat dan terang, semua diperlihatkan dengan optimal oleh SEGA.

Pembicaraan tetap memakai bahasa Jepang agar lebih memperkuat aura Asia. Tetapi, subtitle bahasa Inggris masih diikutkan dan dapat secara mudah untuk dimengerti siapapun. Suara dari Kazuma Kiryu kedengar lebih cool, tenang, dan dewasa. Situasi dan kesan budaya Jepang kekinian dapat diperlihatkan dengan baik sekali karena didukung dengan kualitas audio yang sama mempesona.

Tetapi, tidak ada gading yang tidak rengat. Pada beberapa peluang, penulis sempat dengar audio Yakuza 6 tiba-tiba lenyap dalam kurun waktu sesaat. Walau cuman terpenggal satu atau dua detik, keadaan ini cukup mengusik pada saat kita dengarkan sebuah pembicaraan yang intensif. Peluang ini hanya bug kecil dalam games yang sebenarnya cukup minor.

5. Akhir cerita yang capai klimaks

[REVIEW] Yakuza 6: The Song of Life - Akhir Cerita dari si Naga

Terang jika SEGA sudah dipandang sukses dalam tampilkan Yakuza 6: The Song of Life sebagai penutup cerita si Naga secara klimaks. Ini bukanlah spoiler karena kenyataannya, faksi SEGA telah umumkan jauh hari jika seri Yakuza 6 bisa menjadi cerita penutup dari perjuangan Kazuma Kiryu untuk keluarga kecilnya itu.

Pokoknya simpel, jangan sampai mengusik anak dan cucu dari bekas Yakuza. Tidak dapat dipungkuri jika dengan keberhasilan besar ini, banyak gamer di dunia yang memandang jika Kazuma Kiryu atau si Naga sebagai pujaan baru dalam bentuk figur kakek yang badass, ganas, cool, tapi sayang pada anak dan cucu.

Tidak ada ringkasan krisis yang dapat penulis ungkap di sini terkecuali sebuah score 4,5/5 untuk memperlihatkan begitu seperti Yakuza 6: The Song of Life jadi mahakarya terbaik dari Ryu Gak Gotoku dan SEGA. Bagaimana denganmu? Apa kamu juga mainkan games kece yang ini?

Baca Juga : WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

 

Categories
News

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

Venturacomedyfestival – PlayStation pertama kalinya ada tahun 1994 dan langsung menarik perhatian jadi konsol games paling disukai. Sekarang telah lahir Playstation 5.

Sudah pasti ada alih bentuk perubahan Playstation. Terhitung joystiknya. Terakhir yang baru buat ramai ialah joystik DualSense sebagai kontrol sah untuk PS5. Seperti apakah perubahan

1. Di tanggal 4 Desember 1994, kontroler pertama PlayStation kreasi Teiyu Goto diwujudkan untuk konsol itu dengan tombol iconic kotak, segitiga, lingkaran dan silang.

2. Tanggal 25 April 1997, PlayStation mememperkenalkan kontroler Dual Analog, sama ukuran yang sedikit besar dan lebar untuk akurat yang lebih cocok. Ace Combat 2 jadi games pertama kali yang memakai feature ini!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5 - venturacomedyfestival

3. Atas minimnya dampak getar Dual Analog, PlayStation melaunching DualShock yang lebih responsive pada tanggal 20 November 1997. Metal Gear Kompak jadi games pertama kali yang benar-benar manfaatkan feature getarnya!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5 - venturacomedyfestival

4. Saat PlayStation 2 launching, Sony melaunching kontroler DualShock 2 tanggal 4 Maret 2000, di mana makin banyak games yang manfaatkan analog yang makin peka oleh sentuhan ini!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

5. Tahun 2003, Sony melaunching EyeToy yang membaca gerak-gerik badan pemainnya sebagai kontrol dalam games yang memberikan dukungan camera itu!

[REVIEW] Dungeons dan Dragons: Dark Alliance – Karya yang Tidak Optimal

[REVIEW] MotoGP 21 – Tetap Kompak walau Kurang Inovasi Baru

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

6. Tahun 2004, Sony melaunching SingStar Mic yang membaca tanggapan suara untuk beberapa pemain rhythm games bertopik karaoke!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

7. Di zaman PS3, Sony berencana design kontroler berupa bumerang semacam ini. Tetapi, dia gagal di-launching dan alami koreksi design.

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

8. Tanggal 6 November 2006, kontroler PlayStation 3 namanya Sixaxis di-launching dengan feature wireless, motion kontrol dan kurang getar. Pada akhirnya, dia juga terima koreksi.

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

9. Koreksi Sixaxis yang datang tanggal 11 November 2007 diberi nama sebagai DualShock 3, dengan semua feature responsif 6 arah Sixaxis dan tambahan feature getar.

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

10. Tahun 2010, menjawab meletusnya trend kontroler dengan motion sensor, PS Move juga dibuat oleh Sony dengan feature AR, mikrofon, dan operasi satu-tangan!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

11. Di tanggal 14 November 2013, DualShock 4 juga launching bersama PlayStation 4. Selainnya tombol Sharing dan Options yang gantikan Start dan Select, pembongkaran besar seperti tombol R2 dan L2 jadi pelatuk sampai touchpad berpijar juga tingkatkan fleksibilitasnya!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

12. DualSense dipublikasikan di tanggal 7 April 2020 sebagai kontroler sah PS5. Dia janjikan pengalaman yang lebih adaptive dengan tanggapan haptic dan ikatan USB-C!

WOW! Inilah Perubahan bentuk JoyStik Playstation dari Seri 1 Sampai 5

Baca Juga : [REVIEW] King’s Bounty II – Game RPG Dengan Style Kuno

 

Categories
Review Game

[REVIEW] King’s Bounty II – Game RPG Dengan Style Kuno

Venturacomedyfestival – Apa yang telah ada dalam benakmu bila dengar mengenai role-playing games (RPG)? Tentunya, pikiranmu akan melayang-layang ke dunia fantasi superbesar dengan beragam jenis makhluk dogma didalamnya. Dalam RPG, kita sering dibawa bertualang ke negeri dongeng yang mempunyai latar narasi kompleks, sulit, panjang, dan kemungkinan repot untuk dituruti.

Tetapi, itu akar dari permainan itu. Banyak games berbasiskan RPG memang seharusnya jual narasi, watak, politik, dunia fantasi, dan semua jenis pernak-perniknya sebagai sisi dari daya tarik atau daya magnet. Bila sebuah RPG tidak lagi mempesona, dia akan kesusahan untuk berdiri dari sisi beberapa game RPG yang lain.

Nach, ini kali, kita akan menyaksikan bagaimana sebuah games dengan judul King’s Bounty II harus berkompetisi di tengah-tengah garangnya industri permainan video. Apa games garapan 1C Pertunjukan itu dapat dipandang seperti RPG yang memikat? Yok, baca ulasan di bawah ini.

1. Politik, politik, dan politik

[REVIEW] King's Bounty II - Game RPG Dengan Style Kuno

Bila ikuti games dengan judul Dragon Age: Origins atau The Elder Scroll: Skyrim, kemungkinan secara mudah kita dapat nikmati bagaimana sulitnya kerusuhan politik di dunia dari ke-2 games barusan. Nach, bukannya pilih plot berlainan, King’s Bounty II mengaplikasikan alur cerita yang sama walau berbeda tepat. Politik dan semua kesukarannya masih jadi latar kuat untuk menghidupkan games yang ini.

Kamu akan turut serta pada pergerakan dan kehidupan politik di dunia Nostria. Sudah pasti ada namanya pembelotan, sabotase, konspirasi, dan plot twist dari jalan cerita King’s Bounty II. Bisa diterka, watak khusus akan datang dan ujungnya tentu turut serta dengan kerusuhan itu sampai membawa pada suatu visi pengamanan kerajaan.

Sebenarnya, games yang di-launching pada 24 Agustus 2021 ini sebagai kelanjutan dari games awalnya, King’s Bounty yang dibikin 31 tahun kemarin. Ya, games pertama kalinya di-launching pada 1990 dan saat itu sempat menjadi satu diantara RPG terbaik. Ada pula King’s Bounty: The Legend yang di-launching pada 2008 dan sama menyuap pembahasan positif. Tetapi, kelihatannya ini kali 1C Pertunjukan benar-benar tergantung dengan keberhasilan mereka di periode kemarin.

Dengan semua kesukaran plot ceritanya, masih lumayan susah untuk King’s Bounty II untuk berkompetisi dengan beberapa RPG yang lain. Bahkan juga, plot narasi perintisnya masih dirasakan lebih bagus—setidaknya, dari pemikiran penulis. Sebagai watak khusus, kita akan dibawa untuk menyaksikan dan membenahi kerajaan-kerajaan yang amburadul. Kehadiran begal yang awalannya cukup berikan motivasi dalam bertanding semakin lama malah akan dirasakan sedikit mengusik.

Lepas dari semua itu, satu yang penulis sukai ialah langkah interaktif kita dalam mengambil pasukan atau penganut. Kita akan turut serta aktif dalam peningkatan, training, dan kepimpinan dari pasukan-pasukan kita. Serunya kembali, alur cerita dibikin tidak linear. Kita tidak akan pernah mengetahui siapa yang hendak mengkhianati kita. Kebalikannya, kita juga dapat mengkhianati keyakinan mereka.

2. Kombinasi di antara RPG, penjelajahan, dan taktik

[REVIEW] King's Bounty II - Game RPG Dengan Style Kuno - venturacomedyfestival

Bicara pada gameplay, bukannya ketinggal jaman, penulis malah dibikin keasikan saat memainkan. Pada umumnya, King’s Bounty II dapat disebutkan games epik yang menyatukan elemen RPG, penjelajahan, dan taktik. Komponen paling kuat dalam games ini ialah mekanisme turn-based. Dalam mekanisme ini, kita akan berganti-gantian serang dan bertahan. Ingat, games ini punyai banyak feature yang dapat dipakai untuk atur taktik dalam berperang menantang lawan.

Di awal narasi, pemain akan pilih satu antara tiga watak khusus, yaitu warrior, mage, atau paladin. Semua punyai karakter antiknya semasing. Lepas watak yang mana kamu tentukan, semua punyai alur cerita awalan yang sama. Yap, di beberapa menit awalnya, kamu akan bertindak selaku terpidana. Sesudah dibebaskan, kehidupanmu diawali dari bawah untuk terima pekerjaan dari raja, mengambil, dan jadi pimpinan di masa datang.

Oh, ya, dunia fantasi yang ada pada games ini besar sekali. Ada beberapa rahasia terselinap didalamnya. Sayang, dunia yang demikian luas tidak dihidupkan secara keseluruhan seperti Skyrim atau The Witcher. Oke, memang ke-2 nya masuk ke kelas yang lain. Tetapi, King’s Bounty II semestinya dapat dibikin lebih bagus kembali.

Proses strategi dalam peperangan tidak demikian sulit. Taktik berlainan dapat kita terapkan bila hadapi musuh yang lain juga, misalkan makhluk berbentuk arwah tidak akan mempan dengan gempuran fisik atau tengkorak jalan susah dihancurkan dengan panah. Langkah ini lumayan menarik bila dibanding dengan beberapa games strategi kekinian yang lain.

3. Segi grafis jadi tumbal yang perlu dibayarkan

King Bounty 2 - venturacomedyfestival

Mengapa penulis sempat menyentuh banyak RPG yang lain? Sebenarnya, walau bukan referensi mutlak, grafis di dunia RPG itu perlu. The Elder Scrolls: Skyrim dan The Witcher 3: Wild Hunt sempat menggedor pasar sekian tahun kemarin. Gamer sempat dibikin terpesona pada jalan narasi dan grafis dari beberapa games besar itu.

Sayang, King’s Bounty II tidak dapat lakukan hal sama. Dengan support narasi politik yang memikat ditambah lagi gameplay yang tidak menjemukan, games ini anjlok malah cuman karena jeleknya grafis yang diperlihatkan. Ya, pada umumnya, grafis yang diperlihatkan benar-benar sangat sama dengan grafis pada beberapa game keluaran lama.

Berpetualang Dengan Game Fallout 4 Indonesia

Bermain Kuroko Extra Game 3 Indonesia Secara Handal

Walau sebenarnya, King’s Bounty II di-launching untuk PS4, Xbox One, dan PC. Memandang keelokan grafis akan kedengar relatif. Apa lagi, ada beberapa orang yang memandang jika RPG tidak membutuhkan penampilan grafis yang memikat. Well, penulis juga sebetulnya begitu. Sampai detik ini, Dragon Age: Origins yang bergrafis ngepas itu juga tetap menjadi koleksi terbaik penulis.

Namun, kita tak lagi hidup di jaman pola kuno yang memandang jika RPG tak perlu grafis kece. Kebalikannya, akan lebih bagus bila alur cerita kompleks dipertemukan dengan grafis keren seperti banyak RPG modern. Dalam games ini, memainkan di PC sepanjang beberapa jam akan bawa kita pada ringkasan visualisasi di zaman 2010-an.

4. Audio juga tidak spesial

King's Bounty II Dev Diary #3 Released - Niche Gamer

Salah satunya hal yang dapat menarik pecinta RPG ialah audio berbentuk musik dan kualitas pengisi suara dari watak atau NPC yang ada. Pada jalan narasi yang paling panjang dan meletihkan, pembicaraan berkualitas pasti kedengar seperti kita nikmati sebuah film.

Sayang, sepanjang mainkan King’s Bounty II, penulis tidak memperoleh pengalaman audio yang menggetarkan situasi. Jika ingin disebut, kualitas audio dalam games ini tidak dapat mendramatisir epiknya alur cerita. Beberapa dari NPC dan watak simpatisan yang bernada datar seakan sedang membaca text atau dokumen.

Belum juga beberapa suara yang enteng jenis langkah kaki, hembusan angin, dan suara hewan, semua kurang dioptimalkan secara baik oleh developer. Kemungkinan pengembang benar-benar fokus pada segi gameplay taktiknya hingga segi audio kedengar cukup kedodoran.

5. Masih tetap memikat buat jadi koleksi

Hands on with King's Bounty 2: a better tactical battler than an RPG | Rock  Paper Shotgun

Steam jual King’s Bounty II versus standard dengan harga Rp470 ribu. Apa harga ini sesuai dengan kwalitasnya? Menurut penulis, King’s Bounty II tetap memikat buat jadi koleksi untuk kalian yang menyenangi RPG dan taktik dengan mekanisme turn-based. Kamu akan menelusuri luasnya dunia fantasi dengan beragam jenis jalur politiknya.

Bahkan juga, kombinasi di antara narasi RPG, penjelajahan open world, dan taktik turn-based akan membawamu ke alam games yang unik dan tidak menjemukan. Memainkan di PS4 dan Xbox One akan menambahkan pengalaman hebat. Masalahnya beberapa game yang kental dengan keyboard dan mouse PC ini jarang di-launching untuk konsol.

6. Masih mempesona walau ada beberapa kekurangan

King's Bounty 2's first dev diary covers roleplaying, tactical combat and  morality | PC Gamer

King’s Bounty II masih tetap memberi sentuhan unik seperti games perintisnya. Narasi RPG dengan bebatan politik yang ruwet, segi gameplay yang memikat, dan daya tarik dari luasnya dunia Nostria membuat penulis cukup kerasan memainkan dalam waktu lama. Tetapi, tidak berarti games ini tanpa kekurangan.

Grafis dan audio yang seadanya akan membuat gairah bermain kita kadang jadi cemplang. Games ini akan dicintai untuk kamu yang suka dengan beberapa cerita konspirasi politik ala-ala RPG barat. Tetapi, bila memprioritaskan grafis, audio, dan mekanisme battle konservatif seperti The Elder Scroll: Skyrim, kemungkinan kamu akan sedih. Masalahnya kreasi besar yang ini tidak dapat menyelesaikan segi visual dan audio dengan optimal.

So, score 3/5 ialah penilaian dari penulis yang cukup sukai dengan kedalaman narasi, tapi sedikit tutup mata pada kekurangan disebelah grafis. Yang telah memainkan, bagaimana menurutmu mengenai games ini?

Baca Juga : [REVIEW] Dungeons dan Dragons: Dark Alliance – Karya yang Tidak Optimal

Categories
Review Game

[REVIEW] Dungeons dan Dragons: Dark Alliance – Karya yang Tidak Optimal

Venturacomedyfestival – Tuque Game dan Wizards of the Coast pernah melaunching sebuah games berjenis action role-playing games (RPG) pada 22 Juni 2021. Kreasi itu ialah sebuah games fantasi dengan judul Dungeons dan Dragons: Dark Alliance yang bisa dimainkan di PC, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Seri X. Bawa nama besar Dungeons dan Dragons tentu saja jadi beban tertentu untuk pengembang saat membuat games third-person ini kali.

Steam menjualnya dengan harga Rp500 beberapa ribu untuk versus standard dan Rp700 beberapa ribu untuk versus yang lebih komplet. Nach, bagaimana dengan penilaian keseluruhnya dari games memiliki konsep action RPG ini? Apa nama besar dapat membuat untuk selalu di lajur yang betul? Yok,langsung baca pembahasan di bawah ini.

1. Cerita epik yang tidak dilakukan dengan optimal

[REVIEW] Dungeons dan Dragons: Dark Alliance - Karya yang Tidak Optimal

Untuk yang menyenangi plot atau alur cerita mengenai kepahlawanan, cerita epik, peperangan dengan makhluk dogma, dan latar RPG yang lain kemungkinan kamu dapat cicipi dari Dungeons dan Dragons: Dark Alliance. Tuque Game dan Wizard dapat mendatangkan plot yang istimewa dan kompleks seperti banyak RPG yang lain.

Sayang, alur cerita yang demikian istimewa tidak dikerjakan dengan optimal. Penulis yang pernah memainkan sepanjang beberapa saat langsung pahami jika games ini kali tidak mampu mendatangkan plot sekeras games Dungeons dan Dragons yang lain. Latar narasi khusus yang disuguhi di inspirasi langsung oleh novel dengan judul The Crystal Shard, sebuah narasi fantasi kreasi RA Salvatore.

Beberapa jawara fantasi kita akan usaha selamatkan dunia dari teror artefak kristal yang berkekuatan magic. Sama dengan games bertopik RPG yang lain, ada beberapa ras, bangsa, dan tipe monster di sini. Sayang, kembali lagi background dari ras-ras itu tidak dikisahkan dengan cukup detil dan membuat pemain mengaitkan semua sesuatunya secara berdikari.

Kedalaman narasi pun tidak dapat dilakukan secara baik dan ada banyak sekali beberapa lubang plot yang susah digabungkan secara utuh. Keseluruhannya, plot dan alur cerita yang diperlihatkan tidaklah optimal. Cerita epik yang dihidangkan sangat terasa kurang dalam dan seakan dibikin demikian saja.

2. Gameplay monoton dan meletihkan

[REVIEW] Dungeons dan Dragons: Dark Alliance - Karya yang Tidak Optimal - venturacomedyfestival

Biasanya, banyak games bertopik action RPG banyak mengundang ketertarikan karena mekanisme permainan didalamnya yang menyenangkan. Bukannya memperoleh kesan yang serupa, penulis malah berasa jika gameplay yang didatangkan dalam Dungeons dan Dragons: Dark Alliance berasa menjemukan dan meletihkan.

Di sejauh permainan, cuman bakal ada tipe gameplay yang serupa dan itu melulu. Bahkan juga, peningkatan tingkat yang berarti tidak membawamu ke gameplay yang semakin memiliki bobot. Kebalikannya, penjelajahan dari 1 titik di titik lainnya cuman seperti grinding yang garing dan cukup membuat jemari kita pegal. Kamu tetap lakukan eksploitasi untuk beragam jenis arah, misalkan tingkatkan XP atau cari emas.

Yang semakin bikin kesal ialah dangkalnya pengalaman yang hendak kita peroleh pada saat kita telah menuntaskan satu visi. Untuk memperoleh hadiah atau jawaban dari teka-teki yang enteng saja wajib melakukan perlawanan dari beberapa musuh yang punyai kemampuan di atasmu. Yap, pada umumnya, mainkan games ini berasa menjemukan dan monoton.

3. Penampilan visual berkesan tanggung

Dungeons Dragons - venturacomedyfestival

Dari sisi grafis, Dungeons dan Dragons: Dark Alliance termasuk biasa saja. Bahkan juga, kualitas visual yang diperlihatkan serbatanggung dan tidak mempresentasikan kedahsyatan Unreal Engine 4. Games ini di-launching untuk PC, PS4, Xbox One, PS5, dan Xbox Seri X. Semestinya, di atas kertas, kreasi dari Tuque Game ini dapat dipertemukan dengan beberapa games sekelas.

Baca Juga : [REVIEW] MotoGP 21 – Tetap Kompak walau Kurang Inovasi Baru

Bila dimainkan di PS5 atau Xbox Seri X, games ini pasti sangat terasa ketinggal. Bahkan juga, bila dimainkan di PS4 juga permainan video ini semestinya dapat tampil lebih bagus kembali . Maka, untuk penulis, kualitas grafis yang usaha diperlihatkan oleh pengembang berasa cemplang dan serbatanggung. Itu penyebabnya, seharusnya Dungeons dan Dragons: Dark Alliance cukup dimainkan di PC karena harga versus Steam jelas akan lebih murah.

4. Musik lumayan bagus, tetapi tidak dengan audio yang lain

7 tips for Dungeons & Dragons: Dark Alliance beginners - Polygon

Selainnya grafis yang berkesan tanggung, kualitas audio pun tidak dapat disebutkan bagus. Khusus untuk musiknya, penulis sebenarnya cukup nikmati. Situasi dark yang epik dapat ditranslate secara baik lewat lantunan musik-musiknya. Tetapi, saat dengar mekanisme audio yang lain, secara cepat kita akan mengaitkan jika kualitas audio dari games ini tidak fantastis sama sekalipun.

Beberapa suara raungan monster dan pertarungan tidak bisa ditampilkan dengan penuh dan berkualitas. Bukannya alami peperangan besar yang istimewa dan epik, kita malah akan dibawa pada pertarungan kecil dengan kualitas audio yang tidak berapa. Di sejumlah sisi, cuman akan kedengar beberapa suara gurih yang tidak memperlihatkan kualitas bagus seperti RPG dengan beberapa nama besar yang lain.

5. Terbenam dengan bawa nama besar

Dungeons & Dragons movie reboot on the way with Marvel writers in talks -  CNET

Memanglah tidak gampang untuk membikin dan meningkatkan RPG di bawah bayangan nama besar. Tergelincir sedikit saja dapat membuat suatu kreasi jadi amburadul dan ujungnya dihujat oleh beberapa fans di penjuru dunia. Sebenarnya, Dungeons dan Dragons: Dark Alliance bukan kreasi yang jelek. Tetapi, dia berada dalam status yang serbatanggung.

Plot narasi yang dangkal, gameplay menjemukan, grafis tanggung, dan audio yang tidak bagus-bagus sangat membuat penulis cukup malu untuk memandang games ini secara terbuka. Tetapi, bila harus jujur, score yang dapat diberi penulis untuk seri Dungeons dan Dragons ini kali ialah 2,5/5. Bila ingin tahu dengan games ini, kamu langsung bisa membeli di Steam.

Categories
Review Game

[REVIEW] MotoGP 21 – Tetap Kompak walau Kurang Inovasi Baru

Venturacomedyfestival – Untuk pencinta olahraga motor balap, games dengan judul MotoGP sebagai salah satunya daftar yang harus ditempatkan ke koleksi. Pada umumnya, games ini jadi kreasi yang dibikin berdasar dunia slot online balap di dunia riil. Nach, pada 22 April 2021, Milestone melaunching seri games balap dengan judul MotoGP 21 dengan deretan kekurangan dan keunggulannya.

Games ini dapat dimainkan pada basis Windows (PC), PS4, PS5, dan Xbox Seri X. Khusus untuk versus PC, bila mempunyai detail yang lumayan baik, kamu dapat jalankan games ini dengan penampilan yang di atas rerata. Yap, RAM 16 GB, processor Intel Core i7, dan GPU sama dengan NVIDIA GeForce GTX 1060 ialah deretan persyaratan untuk jalankan MotoGP 21 lewat PC secara lancar.

Bagaimana penilaian penulis pada games kece yang ini? Jika ingin tahu, kita baca saja ulasan games ini kali, yok!

1. Plot yang repetitif sepanjang sekian tahun ini

[REVIEW] MotoGP 21 - Tetap Kompak walau Kurang Inovasi Baru

Sebenarnya, penulis bukan fans dari olahraga balap MotoGP dan kemungkinan tidak dapat menguraikan mengenai olahraga ini dengan detil dan intensif. Walau begitu, penulis sempat mainkan beberapa seri motor balap, seperti MotoGP 18, MotoGP 19, dan sedikit coba MotoGP 20. Nach, bukannya selalu memperoleh hal baru, mainkan empat seri berlainan dari MotoGP malah sangat terasa repetitif.

Ya, penulis berasa jika mainkan MotoGP 21 tidak ubahnya dengan mainkan beberapa seri awalnya. Sudah pasti kita harus mengetahui jika games berjenis sport tidak jual narasi imajinatif dengan cerita memiliki bobot. Terang jika kamu cuman akan gerakkan watak atau olahragawan untuk bersaing dan jadi juara, baik itu secara team atau pribadi.

Balapan solo (seorang diri) dalam MotoGP 21 akan membawamu sebagai lawan pembalap-pembalap yang lain pasti dikontrol oleh AI computer. Tetapi, ada satu perihal unik dalam games MotoGP ini kali, yaitu model manajer. Bicara berkenaan model manajer, penulis kembali terpikir games olahraga yang lain, jenis sepak bola atau balap Formulasi 1, yang dapat kita lakukan dengan model manajer yang serupa.

Disamping itu, plot khusus dalam games ini ialah membuat profesi alias career model. Mekanisme jenis ini diterapkan di beberapa seri MotoGP awalnya. Karena mungkin terlampau konsentrasi pada ini, penulis justru rasakan MotoGP 21 sebagai games balap yang sama dengan MotoGP 20, MotoGP 19, atau bahkan juga MotoGP 18. Untuk penulis, games garapan Milestone kali ini berkesan sama dengan banyak games peluncuran mereka di beberapa tahun awalnya.

2. Gameplay yang paling berteman

[REVIEW] MotoGP 21 - Tetap Kompak walau Kurang Inovasi Baru - venturacomedyfestival

Sama dengan beberapa seri awalnya, mainkan MotoGP 21 akan bawa kita pada gameplay yang menyenangkan sekalian benar-benar berteman seperti beberapa seri awalnya. Gerakkan motor dengan kecepatan tinggi dapat dikendalikan secara baik dan tidak akan merepotkan kita untuk menyesuaikan. Oh, ya, ada banyak komponen yang penulis sukai dalam soal gameplay.

Pertama, ada multiplayer online yang dapat memuat 22 pemain. Ini banyak daripada beberapa seri awalnya yang cuman dapat mengikutsertakan tiga belas pemain. Ke-2 , ada model manajer sama seperti yang telah disentil di atas. Model ini akan meluluskan kita untuk membuat team sendiri dan berkompetisi dengan team-team balap yang lain. Ke-3 , ada episode yang menimpatkanmu ke tepi circuit secara automatis ketika pemain jatuh dari motornya.

Selebihnya, mekanisme permainan yang serupa akan kita alami seperti beberapa seri MotoGP awalnya. Pernak-pernik tambahan yang lain paling cuman sistem suhu yang dipasangkan pada feature rem . Maka, kita tidak dapat asal-asalan menunggangi motor kita secara sembarangan. Harus ada langkah dan taktik khusus agar kamu dapat kuasai kecepatan motormu sambil tidak menghancurkan elemen mesin.

3. Penampilan visual yang kompak dan terbaik dibandingkan beberapa seri awalnya

MotoGP 21 - venturacomedyfestival

Bila mode narasi berkesan repetitif, tidak dengan kualitas grafisnya. Harus penulis mengakui, MotoGP 21 ialah seri motor balap MotoGP dengan penampilan visual terbaik. Bisa dibuktikan jika seri terkini ini kali di-launching sah untuk PS5 dan Xbox Seri X yang mempunyai hardware kelas tinggi. Untuk penulis, penampilan terbaik dari MotoGP 21 pasti ada di atas banyak games sport garapan Milestone yang lain.

Baca Juga : 5 Kartu Defend Gempuran Musuh Terbaik Dalam Permainan Yu-Gi-Oh!

Ramainya pemirsa, pelintasan circuit yang kelihatan riil, dan detil visual dari motor dilukiskan oleh developer dengan baik sekali. Bahkan juga, keadaan cuaca bisa juga kamu cicipi untuk menambahkan semangat juang sebagai rider nomor satu. Prestasi ini telah diterka oleh beberapa gamer dari tahun kemarin ingat jika MotoGP 21 akan bergerak dengan dukungan Unreal Engine 4 yang diubah lebih bagus daripada MotoGP 20.

4. Kualitas audio yang memberikan dukungan kesan balapan

MotoGP 21: Review, guides, setups, and everything you need to know! |  Racing Games

Grafis dan aura balapan yang intensif tidak prima bila tidak ada audio dengan kualitas baik. Ya, dalam telinga penulis, kualitas audio pada MotoGP 21 memang kedengar memiliki bobot dan dapat mempresentasikan bagaimana serunya balapan di circuit. Sudah pasti di sejauh laga akan dikuasai dengan suara raungan mesin bermotor ciri khas MotoGP.

Namun, bila dibanding dengan games balap semacam yang modern, kualitas audio pada MotoGP 21 cuman dapat disebutkan sejajar. Dia tidak benar-benar wah dan tidak juga ada di status bawah. Kamu dapat memakai piranti audio PC dengan kualitas baik untuk dapat nikmati suara yang bagus. Tetapi, anjuran penulis, memakai earphone dapat menjadi opsi yang logis supaya suara kedengar lebih nendang dan private.

5. Masih tetap jadi unggulan untuk pecinta motor balap walau tidak ada dobrakan baru

MotoGP™21 on Steam

Games yang berkesan repetitif dengan beberapa seri awalnya menjadi sebuah kebosanan. Ini yang penulis rasakan pada MotoGP 21 yang berkesan sama dengan beberapa seri MotoGP awalnya. Dimulai dari plot khusus, gameplay, grafis, dan kualitas audio cuman alami kenaikan yang tidak berapa dibanding dengan MotoGP 20.

Tetapi, tidak berarti games ini jelek. Dia mampu mendatangkan sebuah kreasi yang intensif dengan laga di atas circuit. Sedikit kenaikan visual juga pantas dihargai. Coba games ini dengan penampilan terbaik ala-ala PS5 atau Xbox Seri X kemungkinan menjadi pilihan yang membahagiakan.

Score 3,5/5 ialah score akhir yang dapat penulis beri untuk MotoGP 21. Games ini tetap memberikan kepuasanmu sebagai pecinta olahraga motor balap. Adapun, bila kamu rasakan aura yang serupa dengan seri awalnya, hal itu ialah kewajaran dan kemungkinan dapat menjadi pemikiran untuk beli games dengan harga Rp209.999 ini.